HENRY CAVENDISH: Bioelectricity
https://www.indiatoday.in/education-today/gk-current-affairs/story/remembering-henry-cavendish-the-physicist-who-discovered-hydrogen-and-the-mass-of-earth-1360102-2018-10-10
Kevin Putranto untuk An1magine Volume 4 Nomor 1 Januari 2019
Jauh sebelum Luigi Galvani, seseorang telah meneliti bioelectricity atau listrik yang berasal dari mahluk hidup yaitu seorang peneliti yang bernama Henry Cavendish.
Henry Cavendish berasal dari keluarga artistokrat dan kaya. Dia lahir di Perancis pada tahun 1731, kedua kakeknya memiliki gelar: the Duke of Devonshire and the Duke of Kent. Saat Henry Cavendish berusia sekitar 40 tahunan, Henry mewarisi harta yang banyak, dan dia tidak menghabiskan kekayaannya untuk dirinya sendiri. Sejarah mencatat dia memakai baju lusuh dan topi tiga sudut yang sama selama bertahun-tahun.
Cavendish seorang yang pemalu sekaligus orang yang eksentrik, Henry Cavendish juga seorang ilmuwan yang brilian. Walaupun dia bekerja sangat keras pada eksperimen dan penelitianya, dia sangat jarang berbicara. Sir Joseph Banks, President of the Royal Society, seseorang yang mengenalnya, mengatakan:
Dia mungkin berucap sedikit dalam perbincangan selama hidupnya dibandingkan orang yang baru bisa bicara pada usia empat tahun.
Tanpa pernah melihat atau menyentuh seekor ikan listrik dari laut yang disebut dengan “Torpedo Fish,” Cavendish menciptakan sejenis ikan buatan yang memiliki kemampuan yang sama. Cavendish ingin menginvestigasi bagaimana seekor ikan sejenis itu dapat menghasilkan listrik yang kuat dari tubuhnya, tanpa terlihat mengeluarkan percikan aliran listrik, temuannya dipublikasikan pada tahun 1776.
… Cavendish memberi catatan bahwa panjang dari percikan baterai Leyden jars bervariasi. Dia percaya organ listrik dari ikan torpedo setara dengan sejumlah Leyden jars yang dihubungkan seperti baterai: ikan torpedo ini diberi listrik sedikit, tetapi dalam jumlah yang besar, ikan torpedo ini mampu menyimpan sejumlah besar listrik. (Cavendish, by Christa Jungnickel and Russell McCormmach, hal.189.)
Cavendish juga memosisikan teori berikut:
… energi listrik yang disalurkan dari ikan torpedo kepada mangsanya sangat cepat, sehingga mangsanya tidak dapat menghindar menjauh (Cavendish, hal. 189)
Dengan karya penelitian pada ikan torpedo yang memiliki bioelectrocity, Cavendish tidak hanya memeriksa bagaimana seekor ikan torpedo memangsa korbannya sampai mati:
Penelitian pada ikan torpedo ini, pada kenyataannya, sangat ideal untuk meletakkannya dalam bidang ilmu pengetahuan. Pertanyaan tentang kemampuan ikan torpedo menghasilkan listrik sama seperti serangkaian pertanyaan mendasar terkait lainnya yaitu: apa itu listrik, bagaimana listrik diproduksi, bagaimana listrik disimpan, bagaimana hal itu dilakukan, bagaimana itu dimanifestasikan, dan bagaimana itu dipahami, dimanipulasi, dan diukur?
Henry Cavendish juga orang pertama yang menemukan, yang dia sebut sebagai “inflammable air” dan kini disebut dengan nama “hydrogen”, hal ini muncul karena dia mengobservasi tipe gas yang dihasilkan saat mencelupkan seng (zinc) atau besi (iron) ke dalam larutan asam).
Ikan torpedo, sejenis ikan pari (manta) yang mampu menghasilkan listrik. Sumber: https://wellnessoutpost.com/history-of-pain/
Dia juga orang pertama yang membuktikan bahwa air merupakan kombinasi dari hydrogen dan oxygen, di mana kata “hydrogen” memiliki arti sebagai “water former” atau air bekas, atau yang “dulunya air”. Karena dia menolak untuk duduk dan difoto, tidak ada foto formal yang dimilikinya kecuali sketsa cepat yang dilakukan oleh seseorang tanpa sepengetahuan Cavendish, saat dia menghadiri acara Royal Society dinner.
Walaupun dia mendokumentasikan eksperimen dan teori-teorinya dalam catatan pribadi dan memublikasikan penelitiannya pada tahun 1766 tentang penemuan “inflammable air”, Cavendish tidak banyak memublikasikan temuannya secara formal.
Puluhan tahun setelah Henry meninggal, James Clerk Maxwell mempelajari, mengedit, dan memublikasikan penelitiannya Cavendish. Cavendish bekerja sama dengan seorang berkebangsaan Inggris, Joseph Priestley, seorang yang menemukan air soda dan menemukan properti dari oksigen, karena bereksperimen dengan “inflammable air”:
Belut listrik yang ternyata sejenis lele. Sumber: https://assets3.thrillist.com/v1/image/2625255/size/tmg- article_tall.jpg
Cavendish hidup seorang diri, seorang yang memilih hidup sederhana dan tidak sombong, dia meninggal pada tahun 1810 di villa Clapham Common, di mana dia bangun untuk menyimpan buku dan lab penelitiannya. Kini setelah sekian lama, ternyata tidak hanya torpedo fish yang mampu mengeluarkan listrik, ada juga ikan stargazers, dan electric eels atau belut listrik yang ternyata sejenis ikan lele.
Referensi:
[1] Awesome stories. 2014. “Henry Cavendish - Discoveries on Torpedo Fish and Water Formation”. https://www.awesomestories.com/asset/vi ew/Henry-Cavendish-Discoveries-on-
Torpedo-Fish-and-Water-Formation
[2] Awesome stories. 2019. “Discovering Electricity - ELECTRICITY and the TORPEDO FISH”.
[3] Rodriques, Aaron . 2015. “12 Animals Who Actually Use Electricity”. The dodo. https://www.thedodo.com/shocked-11- animals-you-didnt-k-949555818.html
“Menerbitkan karya digital untuk buku, komik, novel, buku teks atau buku ajar, riset atau penelitian jurnal
untuk terindeks di Google Scholar dan berada di Play Store untuk pemasaran global? An1mage jawabnya”
untuk terindeks di Google Scholar dan berada di Play Store untuk pemasaran global? An1mage jawabnya”
AN1MAGINE BY AN1MAGE: Enlightening Open Mind Generations
Comments
Post a Comment